JUJUR JAUH LEBIH INDAH

Jujur itu bahkan lebih indah
Ulangan matematika itu dimulai para siswa mempersiapkan sehelai kertas dan sang pena . fajar adalah salah satu peserta ulangan , ia lupa bahwa hari ini ada ulangan matematika semalam ia hanya sibuk bermain game yang pasti tidak akan ada ulangannya . percaya dirinya pun semakin tipis melihat soal ulangan yang ditulis oleh gurunya di papan tulis , goresan hitam spidol itu bagai petir yang siap menghujam pikiran fajar

Ulangan dimulai fajar hanya bisa mengisi 5 dengan yakin dan 5 soal lainnya ragu . ia berpikir keras bagaimana cara mengisi keraguan ini , bisikan setan pun menyelinap menemukan celah untuk memasuki pikiran sang pejuang “lihat saja pekerjaan temanmu dia kan anak pintar , pasti dia semalam belajar”
Pikiran fajar dipenuhi racun yang ditebarkan oleh setan itu , yang mampu menemui titik lemah dari sang pejuang , fajar pun berhasil melihat goresan pena temannya , karena dia tidak yakin akan kemampuannya sendiri dalam mengisi soal , akhirnya dia memutuskan mengganti jawaban ke 5 soal miliknya dengan jawaban temannya , dan tes pun berakhir .

Keesokan harinya tes pun dibagikan , pengumuman ibu guru itu sontak membuat jantung fajar copot , mendengar nilainya yang biasa tertinggi , sekarang dia di alihkan dalam daftar paling bawah ,

“fajar apa yang terjadi padamu ? biasanya kamu tak pernah mengecewakan ibu , semua jawaban yang kamu coretlah yang benar , hampir saja kau mendapatkan nilai tertinggi dikelas , tapi kau malah menggantinya dengan jawaban yang salah , jujur pada kemampuan diri sendiri itu bahkan lebih indah nak ! “ ucap bu guru dengan intonasi nada yang kecewa

“maafkan saya bu guru “


Satu kalimat yang bisa ia lontarkan atas penyesalannya itu . Muka fajar hanya menunduk mertapi bodohnya dia yang tidak mau percaya pada kemampuan sendiri , ia sadar bahwa membohong bukan membuatnya jadi baik tapi malah menjerumuskannya pada jurang penyesalan , ya sekarang dia yakin bahwa jujur itu bahkan lebih indah...

Sumber : http://lastyfa.blogspot.com/2013/06/jujur-itu-bahkan-lebih-indah.html?m=1

0 komentar: